tawakal kepada allah
Tawakal artinya menyerahkan, menggntungkn diri dan menghrapkn (segala sesuatu) kepada Allah, setelah melakukan daya upaya baik untuk menghindarkan sesuatu ataupun untuk mendapatkan sesuatu. Apabila suatu ketika kita berhadapan dengan suatu bencana kemudian kita telah usahakan dengan segala daya upaya dankemampuan ita, tetapi bencana itu tetap menimpa diri ita, maka sesungguhny bencana itu merupakan ketetapan Allah. Sebab pada hakikatnya segala yang menimpa diri ita telh ditetapkn oleh Allah SWT.
"Katakanlah, "sekali-kali tidak akan menimpa kami melainkan apa yang telah ditetapkan oleh Allah bagi kami. Dialah pelindung kami dan hanya kepada-Nya lah orang-orang yag beriman harus bertawakal" (At Taubah 51)
Jika kita perhatikan, maka setiap hal yang menimp diri ita dri segala macam penderitaan itu pada haikatnya dpt dikelompokn ke dalam dua tingkatan :
1. Musiabah yang masih dalam jangkauan kemampuan untuk menghindarinya
Misalnya seseorang menderita kelaparan padahal baik jasmani maupun rohaninya sebenarnya mampu untuk mengusahakan makanan. Contoh lain misalnya seseorang kehilangan atau kecurian karena kelalaian tidak mengunci pintu-pintu rumahnya, atau tidak mrngunci kendaraannya atau tidak mengikat hewan peliharaanya. Dalam mengahadapi hal seperti ini seseorang harus terlebih dahulu mengusahakn daya upaya untuk menghindarinya, misalnya mengunci pintu rumah jika hendak pergi, mengnci endaraan jika hendak ditinggalkan.
Sabda Nabi Muhammad s.a.w :
"Ikatlah untamu dan bertwakalah" (HR. Ibnu Hibban)
Sebelum bertwakal kita dituntut usaha yang sepadan, bukan asal saja kemudian tidak berhasil lalu tergesa-gesa bertwakal kepad Allah, apalagi mengambil sikap berputus asa.
2. Musibah di luar jangkauan manusia untk menghindarinya
Mislanya, bencana alam seperti gunung meletus atau gempa bumi. Dalam mengahadapi musibah seperti ini, manusia dituntut untuk tawakal dan sabar. Menyadari bahwa semua itu terjadi atas kodrat dan irodat Allah SWT semata-mata. Bencana alam dapat pula berfungsi sebagai azab yang ditimpakan atas diri mansia karena dosa-dosa yang telah diperbuat. Oleh karenanya jika kita ditimpa bencana alam hendaknya kita segera mawas diri apakah masyarakat kita telah banyak meninggalka perintah Allah atau telah banyak melanggar larangannya. Maka hendaklah kita bertwakal dan memperbanyak istighfar.
"Berapa banyak kota yang telah kami binasakan yang penduduknya dalam keadaan zalim, maka (tembok-tembok) kota ini roboh menutupi atap-atapnya dan (berapa banyak pula) sumur yang telah ditinggalkan dan istana yang tinggi, maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta adalah hati yang ada di dalam dada. " (Al Hajj 45-46)
sumber :islamwiki.com
iSen9 bEuD
i LoVe IsLam
my twetty
be mine
Senin, 29 Maret 2010
Minggu, 31 Januari 2010
KOSAKATA BAHASA KOREA SEHARI-HARI Bag. 2
Uri : kita
Bumonim : orang tua
Namdongsaeng : adik laki-laki
Yeodongsaeng : adik perempuan
Namja : laki -laki
Yeoja : perempuan
Hangeul : bahasa korea
Hanguk: korea
Seulpeuda : sedih
Bangapda : senang
Nara : negara
Baegopeuda : lapar
Baebureuda : kenyang
Bab : nasi
Ramyeon : mie
Dakgogi : daging ayam
Siksahada : makan
Nalljja : tanggal
Nyeon : tahun
Norae : lagu
Noraehada : bernyanyi
Nolda : bermain
Bumonim : orang tua
Namdongsaeng : adik laki-laki
Yeodongsaeng : adik perempuan
Namja : laki -laki
Yeoja : perempuan
Hangeul : bahasa korea
Hanguk: korea
Seulpeuda : sedih
Bangapda : senang
Nara : negara
Baegopeuda : lapar
Baebureuda : kenyang
Bab : nasi
Ramyeon : mie
Dakgogi : daging ayam
Siksahada : makan
Nalljja : tanggal
Nyeon : tahun
Norae : lagu
Noraehada : bernyanyi
Nolda : bermain
Jumat, 29 Januari 2010
KOSAKATA BAHASA KOREA SEHARI-HARI
Annyeonghaseo: apa kabar
mweorago: apa
mianhae: maaf
na: aku
neo: kamu
eomma: ibu
appa: ayah
halmeoni: nenek
harabeoji:kakek
ajumma:bibi
ajeossi: paman
sarang:cinta
saram:orang
mollaso:tak tahu
sileo: nggak ada
jigeum: sekarang
aniya:tidak
gomaweo:terimakasih (informal)
gamsahamnida:terimakasih (formal)
cheonmaneyo:sama-sama
maeum:hati
mul:air
nunmul:air mata
saengil:ulang tahun
saranghae: aku cinta kamu
chuwae: aku suka kamu
oppa: kakak laki-laki untuk penyebutan adik perempuan
hyeong:kakak laki-laki untuk penyebutan adik laki-laki
noona:kakak perempuan untuk penyebutan adik laki-laki
eonni:kakak perempuan untuk penyebutan adik perempuan
sunbae:senior
chingu:teman
haengbokhae:bahagia
udah dulu ah... nanti di terusin lagi low dah punya banyak kosakata baru
mweorago: apa
mianhae: maaf
na: aku
neo: kamu
eomma: ibu
appa: ayah
halmeoni: nenek
harabeoji:kakek
ajumma:bibi
ajeossi: paman
sarang:cinta
saram:orang
mollaso:tak tahu
sileo: nggak ada
jigeum: sekarang
aniya:tidak
gomaweo:terimakasih (informal)
gamsahamnida:terimakasih (formal)
cheonmaneyo:sama-sama
maeum:hati
mul:air
nunmul:air mata
saengil:ulang tahun
saranghae: aku cinta kamu
chuwae: aku suka kamu
oppa: kakak laki-laki untuk penyebutan adik perempuan
hyeong:kakak laki-laki untuk penyebutan adik laki-laki
noona:kakak perempuan untuk penyebutan adik laki-laki
eonni:kakak perempuan untuk penyebutan adik perempuan
sunbae:senior
chingu:teman
haengbokhae:bahagia
udah dulu ah... nanti di terusin lagi low dah punya banyak kosakata baru
Rabu, 09 Desember 2009
Minggu, 08 November 2009
Rabu, 04 November 2009
Langganan:
Postingan (Atom)
